Perihal bahasa dan sastra, keduanya beda makna tetapi satu kesatuan saling melengkapi tanpa menganggap sendirinya lebih berguna.
Duri Rindu
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
ada
yang menelan rindu
melalui hidung, terasa perih
melewati lambung
bersemayam di usus dua belas jari
mengakibatkan buntu, tak dapat bertemu.
Puan, Aku Rindu.
Benturan antara harapan dan ketidakpastian, bertahan atau berjalan?. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya bisa bertahan dari kondisi yang makin rumit ini". Petikan kalimat tersebut adalah jawaban dari seseorang pria berumur 24 tahun, terdengar pesimis tapi lebih mengarah realistis. pria yang tak mau disebutkan namanya ini dulu memiliki banyak sekali cita-cita, banyak sekali harapan dengan idealisme nya semasa kuliah. Selepas lulus apa yang terjadi? ia harus dibenturkan oleh sebuah pilihan, bertahan dengan idealisme nya yang kuat atau berjalan menyesuaikan dengan kondisi yang ada walau tidak sesuai ekspektasi, harapan, serta rencana yang sudah diatur. Quarter Life Crisis , itulah fase yang sedang ia alami dan juga banyak manusia di luar sana. Fase yang terjadi pada rentang umur 20 - 30 tahun ini kerap menghantui mereka yang kebingungan akan ...
Ra, Genap satu minggu kita tak lagi bercumbu Sudah tidak ada cerita yang kudapat sepekan belakang Aku menjadi tak jelas Terkadang aku tertawa sendiri Lalu aku terdiam sepi Itu caraku menghibur diri. Ra, Tepat dua hari yang lalu Aku membaca semua pesan singkat kita yang dulu masih tersimpan Kubuka semua hal yang berkaitan denganmu, menyembuhkan rinduku. Tapi rindu tak kunjung usai, dan tidak akan pernah usai Aku tersenyum malam itu, betapa konyolnya pesan yang sangat singkat tapi memiliki makna yang dalam bagiku. Aneh. Ra, Kemarin aku termenung sendiri diatas kasurku yang pernah terjamah olehmu Aku membayangkan jika kisah kasih kita tak berakhir Kau tersenyum aku bahagia Tapi aku sadar, Tuhan berkehendak lain Ia tak merestui kita untuk bersatu. Sepertinya Tuhan punya cara lain untuk membahagiakanmu Kuharap seperti itu. Ra, Benar apa katamu kemarin Hidup kita masih panjang Ada atau tanpa dirimu hidupku harus tetap melangkah Ada atau tanpa senyummu aku harus teta...
Siapa yang tak kenal dengan penyair yang ingin hidup 1000 tahun lagi? Tidak mungkin orang tak mengenal nya, yang tak suka sastra pun pasti tahu siapa beliau, umurnya memang tak mencapai 1000 tahun seperti keinginannya tapi semua karya karya nya akan tetap abadi bahkan lebih dari 1000 tahun. Berikut saya cantumkan informasi singkat mengenai dirinya. Chairil Anwar , lahir 26 juli 1922 di Medan, meninggal 28 April 1949 di Jakarta. Berpendidikan MULO (tidak tamat). Pernah menjadi redaktur "Ge- langgang" - (ruang kebudayaan Siasat, 1948-49) dan redaktur Gema Suasana (1949) . Kumpulan sajaknya: Deru Campur Debu (1949 ),Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949 ), dan Tiga Menguak Takdir(bersama Rivai Apin + Asrul Sani, 1950) . Sajak-sajaknya yang lain, sajak-sajak terjemahannya, serta sejumplah prosanya dihimpun H.B. Jassin dalam buku Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45(1956 ). Selain menulis saja, Chairil juga menerjemahkan. Di antara terjemahannya: Pulanglah Dia si A...
Comments
Post a Comment