Benturan antara harapan dan ketidakpastian, bertahan atau berjalan?. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya bisa bertahan dari kondisi yang makin rumit ini". Petikan kalimat tersebut adalah jawaban dari seseorang pria berumur 24 tahun, terdengar pesimis tapi lebih mengarah realistis. pria yang tak mau disebutkan namanya ini dulu memiliki banyak sekali cita-cita, banyak sekali harapan dengan idealisme nya semasa kuliah. Selepas lulus apa yang terjadi? ia harus dibenturkan oleh sebuah pilihan, bertahan dengan idealisme nya yang kuat atau berjalan menyesuaikan dengan kondisi yang ada walau tidak sesuai ekspektasi, harapan, serta rencana yang sudah diatur. Quarter Life Crisis , itulah fase yang sedang ia alami dan juga banyak manusia di luar sana. Fase yang terjadi pada rentang umur 20 - 30 tahun ini kerap menghantui mereka yang kebingungan akan ...
"Demi pengertian terhadap Soekarno dan bersamaan dengan itu pengertian yang lebih baik terhadap Indonesia-ku tercinta" Buku ini merupakan biografi Ir. Soekarno yang ditulis oleh seorang wanita bernama Cindy Adams. Buku ini ditulis guna menceritakan kehidupan Soekarno dari sudut pandang beliau karena banyak sekali pro dan kontra selama masa hidup beliau. Pada lembar kedua buku ini terdapat sebuah kutipan yang mempertegas pernyataan saya tersebut, yakni "Demi pengertian terhadap Soekarno dan bersamaan dengan itu pengertian yang lebih baik terhadap Indonesia-ku tercinta". Banyak yang berpendapat bahwa Presiden Soekarno memimpin Indonesia seperti raja-raja Jawa pada umumnya karna sifatnya yang suka menikahi lebih dari satu wanita. Saya sempat terkejut setelah membaca buku ini, karena dalam buku ini dijelaskan bahwa pendapat tersebut adalah kenyataan yang sebenarnya. Soekarno sendiri juga mengaku bahwa dia lemah terhadap wanita. Dia sangat menyukai wani...
Sejauh mata memandang Kulihat engkau sedang menangis dibawah rembulan Aku tahu kau meratap semu tak tentu arah pikiranmu Bintang dari arah timur seakan tertawa melihat kesedihanmu Oh kasihku, sungguh tak tega hatiku melihatmu dirundung pilu ingin kudekap dan membiarkanmu menangis dipelukanku Oh kasihku, tak bisa kah kau lupakan semua nasib burukmu Bintang di barat berharap kau tersenyum melupakan pujaanmu yang pergi dengan wanita lain Tapi, kau acuh dengan suasana Kau terlarut dalam kepiluan yang mendalam Kau terus bersedu sedan, hingga kau lupa harapanmu bagaikan pelangi muncul membelah langit diufuk barat. Sadarlah wahai kasihku Disudut bumi ini aku masih berdiri berharap kau bisa lupa dan cinta kepadaku lagi.
Comments
Post a Comment